Kenapa 123?
Karena tanggal 2 Mei merupakan hari ke-123 pada tahun 2008 ini, dan tahun 2008 ini merupakan tahun kabisat yang mempunyai 29 hari di bulan Februari. Bukan masalah tahun kabisatnya yang bakal saya kemukakan kali ini, anggap saja perhitungan tahun kabisatnya iseng belaka
, tanggal 2 Mei ini merupakan Hari Pendidikan Nasional yang ditetapkan berdasar hari kelahiran sang pelopor pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara.
Kenapa pendidikan sebegitu pentingnya buat suatu negara, sehingga harus diberikan 1 hari yang sangat spesial buat diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional? 
Sejauh yang saya ketahui, pendidikan dapat dipandang sebagai sebuah investasi oleh suatu negara
Berikut ini merupakan penelitian dari Bank Dunia tentang hubungan antara Pendidikan dan Pendapatan suatu negara yang saya dapat dari tugas yang pernah diberikan oleh seorang dosen kepada mahasiswanya #yaitu saya#:
Terdapat suatu hubungan positif antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan suatu negara
artinya jika pendidikan suatu negara mengalami peningkatan baik secara kualitas dan kuantitas
akan menyebabkan tingkat pendapatan dan GDP suatu negara meningkat pula.
Kemudian ada juga hasil yang menunjukkan
perbandingan antara status pendidikan seseorang (sampai jenjang universitas atau tidak) dengan kemiskinan. hmm agak kontroversi neh #walaupun dalam hal ini saya kurang menyetujuinya karena menurut saya ukuran kaya dan miskinnya seseorang itu relatif, dan kuliah atau tidaknya seseorang belum tentu menjadi acuan memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, menuntut ilmu tidak hanya bisa dilakukan dalam konteks formal saja
#

Begini hasilnya:
-Tidak Kuliah memiliki kemungkinan 20% menjadi angka kemiskinan dalam suatu negara
-Kuliah memiliki kemungkinan 4% menjadi angka kemiskinan
Dan dari sinilah dapat disimpulkan oleh penelitian tersebut bahwa pendidikan merupakan investasi yang akan memiliki hasil dalam segi pendapatan suatu negara.
Berdasarkan opini saya, bukankah Ki Hadjar Dewantara merupakan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi
, yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk mengecap pendidikan seperti halnya kaum bangsawan dan bangsa Belanda saat itu. Seharusnya pemerintah mencontoh semangat Bapak Pendidikan yang mempermudah masyarakat Indonesia dalam mengakses pendidikan, dengan memperbaiki sistem, sarana dan kualitas pendidikan Indonesia
. Semakin mahalnya biaya pendidikan dapat menghambat akses masyarakat dalam memperoleh pendidikan. Jika masyarakat terhambat karena masalah biaya, hal ini sangat di sayangkan, berarti tak ubahnya seperti pada jaman penjajahan dulu, hanya keluarga bangsawan dan Belanda yang mampu mengecap pendidikan saat itu.
Bagaimana pendapat anda tentang potret investasi pendidikan Indonesia saat ini?
