Internet (Tidak) Identik Dengan Pornografi

2 Aug 2008

Sebagai wadah komunikasi dan informasi seperi layaknya pendahulunya seperti televisi, radio, koran, majalah, surat dan telepon, internet juga memiliki manfaat seperti para pendahulunya tersebut. Kita bisa menonton televisi, mendengar radio melalui streaming. Kita bisa membaca koran dan majalah yang memuat informasi secara cetak menjadi media online melalui banyak portal berita di internet. Kita bisa berkomunikasi dan berkorespondensi melalui banyak penyedia layanan surat elektronik atau lebih populer dengan e-mail. Kita bisa berkomunikasi dua arah melalui banyak wadah penyedia layanan chating, berkomunikasi dengan suara bahkan dengan bertatap muka melalui webcam.

Keunggulan internet selain mampu mengakomodir hampir semua wadah komunikasi dan informasi pendahulunya, terdapat juga banyak berbagai macam informasi dan pengetahuan yang secara instant tersedia dengan mudah, murah dan cepat, hanya memerlukan kemauan dan kemampuan dalam menggunakan internet. Bahkan saat ini tidak sedikit orang yang mencari uang lewat internet dengan memanfaatkan bisnis online, sebagai publisher dan sebagainya.
John Naisbitt berkata “Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak.”

Akan tetapi perlu diingat, tidak seluruh isi di internet bermanfaat, beberapa isinya bahkan cenderung merugikan seperti, pornografi, kekerasan, rasisme, pelanggaran privasi, pelecehan seksual, perjudian bahkan narkoba.

Yang perlu kita lakukan dalam menggunakan internet adalah mengoptimalkan manfaat-manfaat positifnya dan menyaring hal-hal negatif yang akan kita dapat dari internet, sehingga internet tidak lagi identik dengan pornografi seperti yang berkembang di masyarakat Indonesia.

Ayo kita bisa ;-)


TAGS muri


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post